Sabtu, 25 Juli 2015

CEO Pandora : Saya Tidak Khawatir dengan Apple Music


Streaming Musik kini sudah mulai cukup naik popularitasnya, banyak sekali manfaat dari musik streaming ini salah satunya adalah menghindari pembajakan. Jadi, tidak heran apabila Apple ikut menghadirkan layanan streaming musik miliknya sendiri yang mereka sebut Apple Music. Sebenenarnya semua layanan streaming musik meghadirkan pengalaman yang sama dengan pengguna, hanya bedanya ada yang memperbolehkan pengguna menggunakan layanan streaming musik secara cuma-cuma alias gratis dan ada juga yang sebaliknya (berbayar).

Selain Apple Music kalian dapat mencoba alternatif dari layanan streaming musik, seperti Spotify, Deezer, Pandora, Rdio dan Xbox Music. Menurut pengalaman saya Spotify dan Deezer adalah layanan streaming yang bersifat cuma-cuma (Gratis), sisanya belum pernah saya coba.

Jika saat ini Apple Music menjadi salah satu pesaing utama dari layanan streaming musik yang disebutkan diatas. CEO dari perusahaan penyedia layanan streaming musik yaitu Pandora mengatakan ia tidak khawatir akan kehadiran dari Apple Music.
“In terms of Apple Music, of course it launched at the end of June, so there was no impact yet,” he said. “Going forward, we feel really good about our trajectory and competitive position. With any big launch like this and the noise in the marketplace, there could be some users that experiment with it and there could be some short term impact… But we don’t believe that there will be any long-term impact.”
Sampai sekarang ini, Pandora telah memiliki 79,4 juta dari pengguna aktif. Dalam survey yang dilakukan oleh SunTrust dialporkan bahwa 58% pengguna Pandor menyadari keberadaan dari Apple Music, 9% lainnya berkeinginan untuk mencoba masa percobaan tiga bulan gratis dari Apple Music dan 1% memiliki rencana untuk berlangganan Apple Music.

Disqus Comments