Rabu, 09 September 2015

Samsung 'Merumahkan' 10% dari Jumlah Karyawannya di Kantor Pusat


Menurut laporan terbaru dari Bloomberg, perusahaan smartphone terbesar di dunia Samsung Electronics Co. berencana untuk merumahkan 10% dari jumlah pekerjanya di kantor pusat yang terletak di Korea Selatan dikarenakan kekalahannya dalam penjualan smartphone oleh kompetitornya, seperti Apple dan Brand Smartphone asal Tiongkok.

Samsung menargetkan untuk merumahkan karyawan yang ada di bagian human resource, public relations dan finance. Perusahan yang berbasis di Korea Selatan juga dilaporkan upaya tersebut merupakan bagian untuk memangkas pengeluaran di tahun depan. Saat ini, Samsung masih menolak untuk mengomentari terkait rencananya tersebut. Terhitung 30 Juni, Samsung memiliki 98.999 karyawan di kantor pusatnya.

Sebelumnya, rencana Samsung untuk merumahkan pekerjanya dimulai dari produk smartphone terbarunya yang baru-baru ini dirilis gagal untuk membuat konsumen tertarik. Sejak bulan April, pangsa pasar Samsung di industri smartphone menurun sampai $40 miliar. Kemudian, presentase penjualan smartphone Samsung juga menurun 3% di kuartal kedua tahun ini, sekarang perusahaan tersebut tidak lagi menjadi top seller di Tiongkok. Hal tersebut, menurut saya dikarenakan sudah masuknya nama Apple di negara tersebut dan semakin banyaknya brand asal Tiongkok yang menawarkan smartphone murah bercita rasa high-end.

Menurut Chung Chang Won dari Nomura Analyst mengatakan 'merumahkan' karyawan merupakan cara paling mudah untuk menekan biaya pengeluaran. Ia juga mengatakan "Samsung’s preparing to tighten its belt as it isn’t likely see rapid profit growth in the years to come."

Data terakhir yang dicatat oleh Bloomberg, tahun lalu Samsung berhasil mendapatkan 206.2 miliar won dari penjualannya tahun lalu, sedangkan untuk tahun ini diperkirakan perusahaan ini hanya berhasil mendapatkan 200.2 miliar won.

Sumber : Bloomberg
Disqus Comments