Sabtu, 08 Oktober 2016

Samsung Harus Bayar ke Apple $119.6 Juta. Kenapa?

Perseteruan Apple dan Samsung sepertinya ngga ada habisnya guys, ibarat El Clasico Barcelona dan Real Madrid yang selalu panas kalau ketemu. Bedanya, Apple dan Samsung berantemnya di pengadilan, masalahnya sih terkait paten yang di curi oleh salah satu pihak. Belum lama ini, pengadilan di Amerika Serikat memutuskan Samsung harus membayar $119.6 Juta ke Apple dikarenakan kerugian yang di alami oleh Apple terkait pelanggaran paten terhadap fitur - fitur yang dimilik oleh Apple.


Fitur yang dimaksud adalah 'Slide to unlock', autocorrect, dan pendeteksi nomor telepon. Kasus ini sempat dibahas pada Februari lalu, dimana hakim memutuskan Samsung tidak harus membayar kerugian yang di alami oleh Apple, walaupun Apple saat itu sudah menang. Tapi, Jumat lalu hakim kembali mengusut kasus tersebut dan memutuskan Samsung harus membayar $119.6 juta (lumayan buat beli permen se Indonesia) ke Apple karena kerugian yang dialami oleh perusahaan teknologi yang berbasis di Cupertino tersebut.
In this case, Apple claimed that Samsung infringed patents for the slide-to-unlock feature, autocorrect and a way to detect phone numbers so they can be tapped to make phone calls. The bulk of the award, $98.7 million, was for the detection patent that the earlier panel said wasn’t infringed. The February decision also said the other two patents were invalid… That was a wrong decision, the court ruled Friday, because it relied on issues that were never raised on appeal or on information that was beyond the trial record.
Saat ini, Apple sudah mulai meninggalkan 'Slide to unlock', buktinya di iOS 10 mereka menggantinya dengan  'Press home to unlock' yang memudahkan penggunanya untuk membuka kunci perangkat iOS nya. Tapi, fitur 'Slide to unlock' ini tidak dapat digunakan sembarangan oleh brand smartphone, ya bisa dibilang fitur eksklusif Apple lah.

Akhir kata (udah kek pidato aja lu min), perseteruan Apple dan Samsung sepertinya akan terus berlanjut. Biasanya mereka berantemnya kalau ngga di pengadilan atau ngga di media iklan. Biasalah, main ejek - ejekan. Kadang, Apple ngejek Samsung. Kadang sebaliknya. Gitu - gitu aja terus sampe Tukang Bubur Pergi Ke Eropa.

SumberBloomberg
Disqus Comments